1. Pengertian

Shalat tarawih merupakan shalat sunnat yang sangat dianjurkan (sunnat muakkadah) pada setiap malam bulan Ramadhan, yang waktunya dikerjakan setelah shalat Isya sampai menjelang terbit fajar (shubuh).

Dari Abu Hurairah RA. Adalah Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa mendirikan sholat pada malam bulan Ramadhan, karena penuh keimanan dan keikhlasan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. muttafaqun Alaih)

Dalam Al Hadits yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah RA, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan shalat Tarawih berjama’ah di masjid pada bulan Ramadhan. Lalu pada malam-malam berikutnya, malam kedua, ketiga, keempat dan seterusnya semakin banyak para sahabat yang mengikutinya, menjadi makmum shalat dibelakang beliau. Maka pada malam-malam berikutnya beliau tidak lagi datang ke masjid. Ketika ditanya kenapa beliau tidak shalat tarawih di masjid, Rasulullah SAW memberikan penjelasan :

Artinya :

Maka alasanku tidak datang shalat (tarawih) di masjid bersama kamu, kecuali hanya karena aku khawatir bahwa kamu menganggap shalat tarawih itu menjadi wajib, pada hal yang demikian itu kondisinya pada bulan Ramadhan.”(HR. mutafaqun Alaih)

Artinya :

Dari Siti Aisyah RA, bahwa dia berkata :’Nabi Muhammad SAW tidak pernah sholat malam lebih dari sebelas rakaat, baik pada bulan Ramadhan maupun sebelas rakaat, baik pada bulan Ramadhan maupun pada hari lainnya”.(HR. Bukhari)

2. Tata cara shalat tarawih

Shalat tarawih dilakukan secara berjama’ah di masjid atau mushalla, dan boleh pula dilakukan sendiri di rumah, tetapi akan kehilangan keutamaan pahala shalat berjama’ah. Nilai shalat berjama’ah dilipatgandakan lebih dari 27 kali dari shalat sendiri.

Masjid Agung Al Azhar melaksanakan shalat Tarawih sebanyak 8 raka’at ditambah 3 raka’at witir. Shalat Tarawih dikerjakan dengan setiap dua raka’at satu salam, dan boleh pula setiap empat raka’at satu salam. Yang penting dalam shalat Tarawih sebagaimana shalat-shalat lainnya adalah memelihara dan meningkatkan kekhusyu’an dan thuma’ninah. Yakni shalat dikerjakan dengan penuh keikhlasan, penghayatan, khidmat dan ketenangan, sehingga tidak perlu terburu-buru.

Teknik mengerjakan

Dari Ibnu Umar Riwayat Imam Bukhari yang berbunyi : “Nabi bersabda Shalat malam itu tekhniknya boleh dikerjakan 2 rakaat salam, 2 rakaat salam        .

Artinya :

“Sungguh sukses dan bahagia orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam sholatnya”. (QS. Al Mukminun (23) :1 dan 2)

Setelah shalat Tarawih delapan raka’at dilanjutkan dengan shalat witir. Jika shalat witir dikerjakan tiga raka’at, maka setelah dua raka’at tidak dibolehkan duduk tasyahud, karena dikhawatirkan oleh Rasulullah SAW akan menyerupai pelaksanaan shalat maghrib. Rasulullah SAW bersabda :

Artinya :

Dari Abu Hurairah RA, beliau berkata : “Nabi Muhammad SAW melarang shalat witir seperti shalat maghrib. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW; janganlah kamu (shalat witir) menyerupai shalat maghrib.” (HR. Daruqutni)

Dan disunnahkan dalam shalat witir setelah membaca Al Fatihah pada raka’at pertama membaca surat Al A’la, pada raka’at kedua membaca surat Al Kafirun dan pada raka’at ketiga membaca surat Al Ikhlas. Nabi Muhammad SAW bersabda :

Artinya :

Dari Ubay bin Ka’ab bahwa Nabi Muhammad SAW, selalu membaca dalam shalat witir “sabbihisma rabbika al-a’la” pada raka’at pertama, “qul yaa ayyuha al kafirun” pada raka’at kedua, dan “qul huwallahu ahad” pada raka’at ketiga. Dan beliau Rasulullah SAW tidak menutup dengan salam kecuali pada akhir raka’at ketiga. (HR. Al Nasaa-i)

3. Dzikir ketika memulai shalat tarawih

لاَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ

وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئِ قَدِيْرٌ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِا اللهِ الْعَلِىِ

الْعَظِيْمِ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ

 

Artinya :

“Tiada Tuhan selain Allah, yang maha esa tiada sekutu baginya. Dia memiliki kerajaan dan segala puji bagi-Nya. Dia yang menghidupkan dan mematikan, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan tiada daya dan tiada kekuatan, kecuali daya dan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya”.

4. Do’a setelah selesai raka’at ke 4 dan rakaat ke 8 shalat tarawih

اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفُّوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا

Artinya :

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf. Engkau suka kepada sifat pemaaf, maka ampunkanlah dosa-dosa kami”.

رَبَّنَااَمَنَّابِمَااَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَاالرَّسُوْلَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِ يْنَ

Artinya :

“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada wahyu (Al Qur’an) yang Engkau turunkan. Dan kami telah mengikuti Rasul (Muhammad SAW), maka catatkanlah (nama-nama) kami bersama orang-orang yang menjadi saksi.”

5. Bacaan setelah shalat witir

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْس

Artinya :

“Maha Suci Allah, Raja yang maha kudus (suci)” 3x

 

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَاوَرَبُّ الْمَلَئِكَةِ وَالرُّوْحِ

Artinya :

“Maha Suci Allah yang maha kudus, Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Tuhan segala jiwa (Roh)”

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ, وَنَعُوْدُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

Artinya :

“Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada-Mu akan Ridha dan surga-Mu. Dan kami berlindung kepada-Mu, ya Allah dari kemurkaan dan neraka-Mu”

 

رَبَّنَااَتِنَا فِى الدُّ نْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya :

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kami kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat kelak. Dan selamatkan kami dari bahaya siksaan neraka.”

Di Indonesia, shalat tarawih lazimnya dilakukan secara berjama’ah di masjid-masjid setelah melaksanakan shalat isya, namun di beberapa Negara Islam seperti di Timur Tengah shalat tarawih dilaksanakan secara berjama’ah di masjid setelah lewat tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB atau pukul 24.00 WIB.