1. Pengertian Zakat

Secara bahasa, zakat berarti membersihkan. Dalam istilah agama islam, zakat berarti mengeluarkan sebagian harta milik tertentu untuk orang-orang tertentu yang berhak menerimanya dengan syarat-syarat tertentu pula.

Zakat juga berarti mengembangkan pertumbuhan ekonomi. Zakat adalah rukun ke tiga yang wajib dilaksanakan setiap muslim yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan syariat islam.

Dalam pandangan islam, harta adalah amanah Allah yang diberikan kepada manusia untuk digunakan pada jalan yang benar. Dalam harta yang dimiliki seseorang dari hasil usahanya itu terdapat hak orang lain yang harus dikeluarkan untuk mustahiknya. Mengeluarkan zakat dimaksudkan untuk membersihkan harta yang dimiliki itu dari tercampurnya dengan hak orang lain, dari harta zakat itu akan memacu pertumbuhan ekonomi umat.

Allah SWT, berfirman :

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى

Artinya :

“Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri dan mengingat nama Tuhannya, kemudian menunaikan shalat”. (QS. Al A’la : 14-15)

2. Syarat Wajib Mengeluarkan Zakat

Yang wajib mengeluarkan zakat adalah orang islam yang mempunyai sejumlah harta tertentu yang telah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh syari’at islam. Bila seseorang mengeluarkan sebagian harta yang dikeluarkan itu disebut shodaqah.

3. Barang yang Wajib Dizakati

1) Logam berharga (logam mulia) terdiri dari emas dan perak, dan sebagainya

Syarat-syarat wajib dikeluarkan zakatnya :

a. Sudah cukup nishab (batas minimal wajib dikeluarkan zakat), yaitu 20 ausaq (±96 gram) untuk emas dan ± 672 gram untuk perak.

b. Dimiliki secara sempurna.

c. Telah dimiliki selama satu tahun (haul).

Zakat yang dikeluarkan adalah 2,5 % dari jumlah seluruh emas dan perak yang dimiliki.

2) Harta perdagangan/ perniagaan

Syarat-syarat wajib dikeluarkan zakatnya :

a. Sudah cukup nishab (batas minimal wajib dikeluarkan zakat), yaitu bila harta perdagangan itu telah mencapai laba seharga emas ± 85 gram emas ke atas.

b. Telah dimiliki selama satu tahun (haul)

Zakat yang dikeluarkan adalah 2,5 % dari seluruh laba.

3) Tanaman makanan pokok

Syarat-syarat wajib dikeluarkan zakatnya :

a. Sudah cukup nishab (batas minimal wajib dikeluarkan zakat), yaitu 1.200 kg padi (± 720 kg beras). Pada tanaman yang lain disesuaikan harganya.

b. Ditanam, bukan tumbuh sendiri.

c. Merupakan makanan pokok.

Zakat yang dikeluarkan adalah 5 % bila tanaman itu disiram dengan air menggunakan tenaga seseorang dan 10 % bila disiram dengan air hujan (tadah hujan).

4) Buah-buahan

Syarat-syarat dan zakat yang dikeluarkan seperti pada tanaman pokok.

5) Hewan

Syarat-syarat wajib dikeluarkan zakatnya :

a. Sudah cukup nishab (batas minimal wajib dikeluarkan zakat).

b. Telah dimiliki selama satu tahun.

c. Digembala, bukan dipelihara di kandang.

4. Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat Maal (Harta)

1) Fakir (gelandangan), yaitu orang yang tidak mempunyai pekerjaan untuk memenuhi hidupnya.

2) Miskin, yaitu orang yang mempunyai pekerjaan tetapi penghasilannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

3) Amil, yaitu petugas yang mengumpulkan dan membagikan zakat (untuk biaya operasional).

4) Muallaf, yaitu orang yang masih lemah imannya.

5) Riqab, yaitu orang yang memerdekakan budak.

6) Gharim, yaitu orang yang terlilit hutang hingga tidak mampu membayarnya (bangkrut).

7) Sabilillah, yaitu orang yang berjuang (berperang) di jalan Allah.

8) Ibnu Sabil, yaitu orang yang terlantar dalam perjalanan (QS. At Taubah : 60).

II. ZAKAT FITRAH DAN FUNGSINYA

1. Pengertian Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang harus dikeluarkan oleh setiap muslim, sehubungan dengan bulan Ramadhan.

2. Fungsinya

1) Memberikan orang yang berpuasa dari kekurangan puasanya, seperti perkataan yang berbau pornografi, memaki dan lain-lain.

2) Memberi santunan makan bagi orang-orang miskin, sebagaimana disebutkan dalam hadits di bawah ini :

عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ فَرَضَ رَسُوْلُ اللهُ

صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ

اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْنِ فَمَنْ اَدَّاهَا قَبْلَ

الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ وَمَنْ اَدَّاهَابَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ

صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَ قَاتِ (رواه ابن مجه)

Artinya :

Ibnu Abbas berkata : Rasulullah SAW, telah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang-orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia, keji dan sebagai pemberian makan bagi orang miskin. Barangsiapa yang mengerjakannya sebelum shalat (Idul Fitri), maka ia termasuk zakat yang diterima. Dan barangsiapa mengerjakannya setelah shalat (Idul Fitri), maka termasuk shadaqah biasa”. (HR. Ibnu Majah)

Setiap muslim wajib membayarkan zakat fitrah untuk dirinya dan orang yang menjadi tanggung jawabnya sebanyak satu sha’ (± 2,75 kg) setiap orang, dari bahan makanan pokok yang berlaku di tempat itu dan setara dengan yang dimakannya sehari-hari (seperti beras untuk kasus Indonesia).

Ibnu Abbas berkata dalam hadits :

 

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ

عَلَى الْحُرِّ وَالْعَبْدِ وَالذَّكَرِ وَاْلاُنْثَى وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ

الْمُسْلِمِيْنَ وَاَمَرَ بِهَا اَنْ تُرَدِّى قَبْلَ خُرُوْخِ النَّاسِ اِلَى الصَّلاَةِ

(رواه متفق عليه)

Artinya :

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah kepada orang merdeka, hamba sahaya, laki-laki dan perempuan, anak-aak dan orang dewasa dari kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat fitrah dilaksanakan sebelum orang-orang melaksanakan shalat Idul Fitri”. (HR. Muttafaq Alaih)

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ

وَسَلَّمَ اَمَرَ بِزَكَا ةِ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمَرٍ اَوْصَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ

 (رواه ابن ما جه)

Artinya :

“Dari Ibnu Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW, memerintahkan mengeluarkan zakat fitrah dengan satu sha’ kurma atau gandum”. (HR. Ibnu Majah)

3. Syarat Wajib Mengeluarkan Zakat Fitrah

1) Beragama islam.

2) Selama bulan Ramadhan sampai sebelum ied pada tanggal 1 Syawal selesai

3) Memiliki kelebihan makanan selain yang dibutuhkan oleh dirinya sendiri dan orang-orang yang berada dalam tanggungannya, selama sehari semalam pada Idul Fitri.

4.) Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Orang yang berhak menerima zakat fitrah adalah orang-orang miskin.

5.) Waktu Pelaksanaan

Waktu mengeluarkan zakat fitrah yang paling utama adalah sebelum shalat Idul Fitri. Boleh dilakukan pada hari-hari sebelumnya di bulan Ramadhan, tetapi tidak termasuk zakat fitrah bila dilakukan setelah shalat Idul Fitri. Zakat fitrah sudah dianggap sampai kepada mustahik bila yang menerima itu lembaga, seperti Panti Asuhan.

III. HIKMAH DIWAJIBKAN ZAKAT

Di antara hikmah disyari’atkannya zakat adalah :

1. Zakat membersihkan hati orang yang menunaikannya, mempunyai sifat kasih sayang kepada sesama, tidak merasa sombong karena kekayaannya dan tidak rakus pada harta. Dia akan menjadi orang yang dermawan sehingga akan dicintai oleh orang lain.

2. Zakat fitrah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial, sehingga kesejahteraan sosial meningkat. Bila si miskin merasa terbantu oleh si kaya, maka akan terjadi tolong menolong dan saling membantu, menghilangkan rasa curiga dan akhirnya menciptakan keamanan bagi sesama

3. Zakat fitrah merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, yang dirasakan oleh orang yang berpuasa, karena telah berhasil melawan hawa nafsu.

4. Zakat maal dapat menumbuhkan dan mengembangkan perekonomian rakyat kecil bila dikelola dengan manajemen yang baik.